Pengusaha Muda: Anak-anak Muda Ini Bukti Masa Sociopreneur Sedang Booming

sharenomic

Sudah lama kita berkutat pada era penguasaan aset fisik. Siapa yang memiliki aset fisik paling banyak, maka dialah pemenangnya. Implikasinya, setiap orang berlomba-lomba menguasai aset fisik dengan cara apapun, tak peduli meskipun kemudian aset itu menjadi idle. Paradigma itu kini sudah usang. Berganti dengan sharenomic dan sociopreneur. Yang sudah paten dan besar membuktikan hal itu adalah Nadiem Makarim. Namun yang seperti dia dalam skala kecil semakin banyak. Diantaranya adalah Hafiza Elfira Novitariani dan Hamzah Izzulhaq, yang menjadi bukti bahwa sharenomic dan sociopreneur sedang berkembang dan akan terus booming di masa mendatang.

Sharenomic secara mudah diartikan sebagai pemanfaatan aset idle yang dimiliki setiap orang dan berbagi dengan orang lain. Dengan cara itu, aset yang tadinya idle bisa memiliki nilai ekonomi. Contoh jadulnya adalah ojek, tebengan, kontrakan, dll. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, sharenomic menjadi booming karena pasar tidak lagi terbatas temu muka antara calon customer dan pemilik aset, namun bisa jauh lebih luas sehingga otomatis pasar pun membesar.
Sociopreneur bisa diartikan sebagai pewirausaha yang menjadikan aktivitas wirausaha bukan sekedar mencari keuntungan material, namun memiliki cantelan untuk menyejahterakan orang-orang yang terlibat bersamanya. Ada misi sosial yang terkandung dalam rantai panjang aktivitas ekonominya. Dengan adanya misi sosial ini, maka aktivitas bisnis akan lebih memperhatikan etika, tidak serampangan. Etika akan mengarahkan bisnis yang long run sustainable atau hidup dalam jangka panjang, karena energi yang diserap dan dihasilkan positif. Karena itu, sociopreneur yang dijalankan secara profesional akan tumbuh berkembang dan hidup dalam jangka panjang.
Dua hal itu yang tampak pada usaha yang dijalankan oleh Hafiza Elfira dan Hamzah.
Gadis yang akrab dipanggil Fiza ini mengarahkan bisnisnya pada aktivitas sosial. Pendorongnya lebih langsung, yaitu memberdayakan penderita kista di Banten untuk memproduksi hiasan jilbab, dan hasilnya dikembalikan kepada para penderita untuk meningkatkan kesejahteraan.
Di sisi lain, lulusan sarjana keperawatan Universitas Indonesia ini melihat bahwa jilbab adalah pasar yang sangat besar. Di samping umat Islam mayoritas di Indonesia, jilbab indah juga sedang menjadi tren. Untuk pemasaran, ia beserta rekan-rekannya yang tergabung dalam Nalacity Foundation memanfaatkan online marketing serta bekerja sama dengan LSM dan organisasi sosial lainnya. Dengan demikian, pasarnya pun semakin besar.
Dikutip dari ziliun.com, Fiza mengungkap bahwa sukses saja tidak cukup. Ia harus bermanfaat untuk orang lain, menginspirasi orang lain, sehingga semakin banyak orang yang mau terjun ke lapangan dan membuat perubahan nyata.
Sementara, Hamzah bergerak di bidang jasa, yaitu usaha bimbingan belajar yang dibuat dengan sistem franchise. Sistem franchise berarti memanfaatkan aset orang lain yang sedang idle dan digunakan bersama-sama sehingga memiliki nilai ekonomis yang lebih besar. Bimbingan belajar tidak sekedar usaha yang menghasilkan nilai ekonomi, namun memiliki manfaat sosial yang sangat besar, karena di dalamnya adalah pendidikan generasi penerus yang manfaatnya akan bertahan dalam jangka panjang.
Ia bukanlah pebisnis instan. Hamzah mengasah keterampilan bisnisnya dari kecil. Bahkan akun game online pun ia bisniskan. Ojek payung pernah dijalani tanpa malu untuk menambah uang saku. Dikutip dari pengusaha.us, Hamzah menyatakan bahwa jangan lupa pada sesama. “Kita tidak boleh lupa dengan power of giving. Bersedekah akan membantu menjadi pengusaha yang sukses.”
Kredo ekonomi adalah dengan modal sesedikit mungkin untuk menghasilkan laba sebanyak mungkin, harus dilengkapi menjadi, “dengan teman sebanyak mungkin, untuk menghasilkan laba sebanyak mungkin, agar memberikan manfaat kepada orang lain sebanyak mungkin.”
Sociopreneur tidak akan langgeng jika usahanya tidak menghasilkan laba. Namun laba saja tidak cukup, harus bisa menarik sebanyak mungkin orang yang mendapat manfaat atas keberadaannya.

Langganan dan Download Ebook tentang Motivasi dan Human Capital-- GRATIS

3 thoughts on “Pengusaha Muda: Anak-anak Muda Ini Bukti Masa Sociopreneur Sedang Booming

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *